author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Karang gigi atau kalkulus bisa menjadi salah satu penyebab dari beberapa penyakit rongga mulut seperti radang gusi (gingivitis),bau mulut (halitosis) dan gigi goyang (mobility). Selain itu, kalkulus juga berkaitan dengan penyakit jantung dan musuh alamiimplan gigi. Kalkulus pada ibu hamil menimbulkan risiko berat badan bayi prematur jadi kurang normal. Padahal, periksa ke dokter 6 bulan sekali untuk membersihkan karang gigi sudah cukup untuk menghindari risiko tersebut.
Jika Anda memiliki pH air liur yang lebih tinggi dari 7, dengan kata lain, air liur Anda bersifat basa, maka Anda sangat diajurkan untuk menjaga kebersihan gigi lebih ketat. Sebab, kondisi tersebut membuat Anda jadi lebih mudah untuk terkena karang gigi.
Proses pembentukan karang gigi
Sebenarnya, darimana asal lapisan kuning keras pada gigi tersebut? Bagaimana proses pembentukannya? Mau tahu jawabannya?
Kalkulus pada mulanya berasal dari plak. Plak adalah sisa makanan yang menempel di permukaan gigi. Apabila plak tersebut masih tertinggal setelah sikat gigi, maka plak akan semakin menumpuk. Semakin lama dibiarkan, plak akan semakin tebal. Plak bertemu dengan air liur dan cairan gusi. Hasilnya, plak bercampur dengan kalsium. Paduan antara plak dan kalsium relatif masih mudah dibersihkan kala masih mengandung air. Seiring dengan waktu, kandungan air dalam campuran bahan ini menguap karena panas tubuh. Maka, lambat laut, campuran bahan tersebut akan mengeras sehingga menjadi karang gigi.
Cara mencegah dan mengatasi karang gigi
Kalkulus tidak timbul dalam sehari. Perlu waktu cukup lama untuk mengubah sisa makanan menjadi kalkulus. Ini berarti, bahaya mematikan yang dapat timbul dari kalkulus dapat dicegah.
Sikat gigi rutin 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur
Minum air putih
Konsumsi buah-buahan. Misalnya, melon, apel, dsb
Kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung