author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Mehrgarh adalah suatu situs neolitik tertua di subkontinen India bagian barat laut. Lokasi ini dihuni manusia dari tahun 8000-2600 SM. Temuan yang sangat penting dari situs ini bagi jagat kedokteran gigi modern adalah bor gigi tertua yang dibuat pada jaman batu muda (neolitikum). Bor gigi bukan gagasan baru. Gagasan tentang bor gigi dan upaya untuk membuatnya ternyata sudah muncul kala manusia masih berada dalam jaman batu. Tidak diketahui siapa tabib atau dukun purba yang mencetuskan gagasan ini.
Mehrgarh berada di rute purba dari lembah Hindustan ke daerah yang sekarang dikenal sebagai Afganistan. Rute ini adalah rute perdagangan purba antara daerah Timur Dekat dan subkontinen India. Tidak ada bukti yang menunjukkan teknologi kedokteran purba ini berasal dari lembah Hindustan, meski mungkin saja begitu yang terjadi jika mempertimbangkan lokasinya.
Perubahan pola makan
Peningkatan kejadian gigi membusuk pada manusia purba terjadi sebagai karena dari perubahan pola hidup dari berburu ke pertanian. Pada kultur pertanian, manusia menjadikan karbohidrat sebagai sumber energi utamanya. Beberapa bakteri dalam mulut, seperti Streptococcus mutans, mengubah karbohidrat menjadi asam. Peningkatan keasaman dalam mulut menyebabkan demineralisasi jaringan gigi. Ini berbeda dengan kawula pemburu pada era sebelumnya yang menjadikan protein sebagai makanan utamanya sehingga bakteri-bakteri perusak gigi lebih sedikit mendapat karbohidrat.
Pengeboran gigi jaman batu
Para peneliti yang memeriksa kuburan-kuburan purba berhasil menemukan 11 geraham dengan lubang berbentuk silindris, kerucut, dan trapesoid. Empat gigi di antaranya menyisakan petunjuk pembusukan gigi. Sehingga, disimpulkan, pengeboran gigi di Mehrgarh berkaitan dengan perkara kesarasan.
Mereka mengamati temuan itu di bawah mikroskop cahaya dan menemukan jejak lingkaran konsentris dalam lubang tersebut yang menunjukkan tanda-tanda bekas dibor.
Sebagaimana perawatan gigi jaman batu tua (paleolitikum), tidak ada bukti yang menunjukkan lubang pada gigi itu pernah diberi pengisi. Ini berarti, penambalan gigi belum ditemukan pada jaman ini. Aus pada gigi berlubang dan pada tanda-tanda bekas pengeboran menunjukkan bahwa gigi dipakai seperti biasa setelah pengeboran selesai.
Bor gigi jaman batu baru sampai tahap membersihkan jaringan mati lebih bersih daripada pembersihkan dengan cara menggaruk, mengikis, dan mencongkel pada jaman batu tua. Perubahan metode sederhana ini berlangsung sangat lama. Perlu lebih dari 3.000 tahun bagi manusia purba untuk beralih dari metode lama ke metode lebih baru.
Bor gigi jaman batu
Bor gigi jaman batu terdiri dari mata bor yang dibuat dari batu api yang diruncingkan, kayu, busur, dan tali. Cara pakainya diputar dengan menggerakkan bagian busur secara horisontal, mirip dengan cara membuat api.
Rekonstruksi bor jaman batu menggunakan artifak arkeologi dari situs ekskavasi.
Para peneliti mengkonstruksi ulang penggunaan piranti purba itu (tentu saja bukan pada manusia hidup). Hasil rekonstruksi itu, para peneliti berhasil membuat lubang yang serupa dengan lubang yang ditemukan pada gigi mehrgarh dalam waktu kurang dari 1 menit. Teknologi purba ini termasuk teknologi canggih pada jaman batu.
Jean-François Jarrige. Mehrgarh Neolitic (Neolitikum Mehrgarh). Paper presented in the International Seminar on the "First Farmers in Global Perspective', Lucknow, India, 18-20 January, 2006