Botox di kedokteran gigi
author: drg Andreas Tjandra, Sp Perio, FISID | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Ketika Anda mendengar kata "Botox", barangkali gambaran yang muncul dalam benak Anda adalah perawatan yang dipakai untuk mengatasi kerutan di dahi atau di sekeliling mata. Gambaran ini tidak salah. Botox memang kaprah dipakai untuk itu, tapi daya botox sebetulnya bukan hanya itu. Dokter gigi juga memakai botox untuk merawat kendala kesarasan gigi, kayak TMJ dan gigi kerot.
Jadi, apa sebetulnya Botox dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membantu Anda mudheng bagaimana dokter gigi memakai Botox, dan apakah injeksi Botox cocok bagi kebutuhan Anda.
Cara kerja Botox
Untuk mudheng Botox gigi, Anda pertama-tama harus tahu dulu apa itu Botox. Botox, dari perspektif bisnis, adalah suatu merek dagang. Sedangkan dari segi bahasa, Botox tampaknya singkatan dari Botulinum Toxin. Toxin? Bukannya toxin itu racun? Ups, jangan paranoid dulu dong. Toxin memang berarti racun, tapi racun yang diberikan dalam ukuran, kala, cara yang tepat jadinya obat. Begitu juga substansi Botox. Botulinum Toxin yang diberikan dalam dosis, kala, dan cara yang tepat adalah obat yang berguna buat manusia yang membutuhkannya. Kata kuncinya adalah profesional kesarasan, yaitu profesional yang bikin saras.
Botox dipakai untuk mulasara sejumlah kendala gigi, kendala medis, dan keprihatinan kosmetik. Yang paling banyak dipakai oleh dokter adalah Botulinum toxin A. Ketika profesional kesarasan yang terampil menyuntikkan Botox ke dalam otot muka pasien, protein Botox nempel ke ujung urat, menghambat transmisi urat di situ.
Ini membuat otot yang diberi suntikan Botox jadi tidak bisa berkontraksi sehingga gerakan-gerakan muka di bawah tempat injeksi yang bisa marakken berkerut jadi mandeg. Butuh 3 sampai 10 hari sebelum kulit yang tadinya berkerut jadi tampak lebih halus. Pengaruh perawatan Botox berlangsung lebih lama, rata-rata tiga sampai empat bulan, bergantung pada variasi faktor gaya hidup unik pasien.
Apakah Botox aris?
Jika diberikan oleh profesional kesarasan dengan ukuran, kala, dan cara yang tepat, maka pimulasaran Botulinum toxin A punya rekaman kearisan yang sangat bagus. Botox dalam tubuh manusia berwatak sementara dan dapat keluar sepenuhnya dari dalam tubuh manusia.
Botox untuk Kendala Gigi dan Kesarasan
Botox bisa berguna untuk meredakan rasa nyeri, gigi kerot, dan migren.
Botox gigi untuk mengatasi kendala kerot
Jika Anda punya kendala berupa gigi kerot di malam hari, biasanya tanpa Anda sadari pas sedang tidur, maka dokter gigi Anda barangkali akan mendiagnosis Anda sakit bruxisme. Bruxisme adalah kondisi di mana otot rahang Anda melakukan gerakan mengunyah di luar kesadaran Anda meskipun tidak ada makanan di dalam mulut Anda. Ini membuat gigi jadi bergesekan satu sama lain sehingga rahang dan gigi bisa jadi nandhang kerusakan.
Dokter gigi yang terampil bisa merekomendasikan opsi restorasi gigi untuk memperbaiki gigi Anda. Tapi, jika Anda menunda keputusan itu, Anda dapat untuk sementara meringankan kendala gigi Anda itu pakai Botox gigi.
Pimulasaran Botox gigi bisa mengatasi gigi kerot. Ini terjadi karena Botox diinjeksikan ke dalam otot rahang Anda, sehingga membuat otot rahang jadi lebih kendor dan daya gigitnya jadi pepes.
Dental Botox Treatment for TMJ
Apakah Anda nandhang nyeri rahang? Jika ya, maka Anda barangkali menderita sakit TMJ (temporomandibular joint).
Bila tubuh Anda nandhang stress, maka Anda dapat merasakan sakit dan pegal di seluruh tubuh Anda. Bukan hanya tangan dan kaki, tapi bisa juga kepala dan leher. Jika stress cukup berat pada tubuh Anda, maka Anda bisa merasakan migren. Karena Botox bisa mepesken otot, maka Botox bisa meredakan kontraksi otot TMJ sehingga meredakan nyeri muka dan sakit kepala yang berkaitan dengan TMJ. Efek Botox gigi juga bisa mencegah migren dalam rentang masa setidak-tidaknya tiga bulan ke depan.
Ketika Anda mendengar kata "Botox", barangkali gambaran yang muncul dalam benak Anda adalah perawatan yang dipakai untuk mengatasi kerutan di dahi atau di sekeliling mata. Gambaran ini tidak salah. Botox memang kaprah dipakai untuk itu, tapi daya botox sebetulnya bukan hanya itu. Dokter gigi juga memakai botox untuk merawat kendala kesarasan gigi, kayak TMJ dan gigi kerot.
Jadi, apa sebetulnya Botox dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membantu Anda mudheng bagaimana dokter gigi memakai Botox, dan apakah injeksi Botox cocok bagi kebutuhan Anda.
Cara kerja Botox
Untuk mudheng Botox gigi, Anda pertama-tama harus tahu dulu apa itu Botox. Botox, dari perspektif bisnis, adalah suatu merek dagang. Sedangkan dari segi bahasa, Botox tampaknya singkatan dari Botulinum Toxin. Toxin? Bukannya toxin itu racun? Ups, jangan paranoid dulu dong. Toxin memang berarti racun, tapi racun yang diberikan dalam ukuran, kala, cara yang tepat jadinya obat. Begitu juga substansi Botox. Botulinum Toxin yang diberikan dalam dosis, kala, dan cara yang tepat adalah obat yang berguna buat manusia yang membutuhkannya. Kata kuncinya adalah profesional kesarasan, yaitu profesional yang bikin saras.
Botox dipakai untuk mulasara sejumlah kendala gigi, kendala medis, dan keprihatinan kosmetik. Yang paling banyak dipakai oleh dokter adalah Botulinum toxin A. Ketika profesional kesarasan yang terampil menyuntikkan Botox ke dalam otot muka pasien, protein Botox nempel ke ujung urat, menghambat transmisi urat di situ.
Ini membuat otot yang diberi suntikan Botox jadi tidak bisa berkontraksi sehingga gerakan-gerakan muka di bawah tempat injeksi yang bisa marakken berkerut jadi mandeg. Butuh 3 sampai 10 hari sebelum kulit yang tadinya berkerut jadi tampak lebih halus. Pengaruh perawatan Botox berlangsung lebih lama, rata-rata tiga sampai empat bulan, bergantung pada variasi faktor gaya hidup unik pasien.
Apakah Botox aris?
Jika diberikan oleh profesional kesarasan dengan ukuran, kala, dan cara yang tepat, maka pimulasaran Botulinum toxin A punya rekaman kearisan yang sangat bagus. Botox dalam tubuh manusia berwatak sementara dan dapat keluar sepenuhnya dari dalam tubuh manusia.
Botox untuk Kendala Gigi dan Kesarasan
Botox bisa berguna untuk meredakan rasa nyeri, gigi kerot, dan migren.
Botox gigi untuk mengatasi kendala kerot
Jika Anda punya kendala berupa gigi kerot di malam hari, biasanya tanpa Anda sadari pas sedang tidur, maka dokter gigi Anda barangkali akan mendiagnosis Anda sakit bruxisme. Bruxisme adalah kondisi di mana otot rahang Anda melakukan gerakan mengunyah di luar kesadaran Anda meskipun tidak ada makanan di dalam mulut Anda. Ini membuat gigi jadi bergesekan satu sama lain sehingga rahang dan gigi bisa jadi nandhang kerusakan.
Dokter gigi yang terampil bisa merekomendasikan opsi restorasi gigi untuk memperbaiki gigi Anda. Tapi, jika Anda menunda keputusan itu, Anda dapat untuk sementara meringankan kendala gigi Anda itu pakai Botox gigi.
Pimulasaran Botox gigi bisa mengatasi gigi kerot. Ini terjadi karena Botox diinjeksikan ke dalam otot rahang Anda, sehingga membuat otot rahang jadi lebih kendor dan daya gigitnya jadi pepes.
Dental Botox Treatment for TMJ
Apakah Anda nandhang nyeri rahang? Jika ya, maka Anda barangkali menderita sakit TMJ (temporomandibular joint).
Bila tubuh Anda nandhang stress, maka Anda dapat merasakan sakit dan pegal di seluruh tubuh Anda. Bukan hanya tangan dan kaki, tapi bisa juga kepala dan leher. Jika stress cukup berat pada tubuh Anda, maka Anda bisa merasakan migren. Karena Botox bisa mepesken otot, maka Botox bisa meredakan kontraksi otot TMJ sehingga meredakan nyeri muka dan sakit kepala yang berkaitan dengan TMJ. Efek Botox gigi juga bisa mencegah migren dalam rentang masa setidak-tidaknya tiga bulan ke depan.