author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Tampaknya revolusi industri memengaruhi perkembangan teknologi kedokteran gigi. Indikasinya, antara abad 18-19 Masehi, kursi gigi digagas dan diinovasi dengan frekwensi yang tinggi, bahkan frekwensi inovasinya lebih tinggi daripada abad 20 dan 21 Masehi.
Sebelum 1790
Sebelum tahun 1790, dokter menggunakan kursi biasa untuk merawat pasien. Kursi tersebut tidak dimodifikasi khusus untuk merawat pasien gigi.
1790
Pada tahun 1790, dokter Josiah Flagg menggagas kursi gigi sederhana. Ia menambahkan sandaran kepala yang bisa disetel ketinggiannya dan lengan kursi sebelah kanan diperlebar agar bisa dijadikan sebagai tempat untuk menaruh peralatan dokter. Penggagas kursi gigi ini mungkin tidak tahu bahwa gagasannya terus dikembangkan selama berabad-abad hingga menghasilkan kursi gigi canggih seperti yang kita lihat dalam ruang praktik dokter gigi.
Kursi gigi Josiah Flagg (1790).
1830an
Pada dasawarsa 1980an, James Snell membuat kursi yang memang khusus ditujukan untuk kursi gigi. Kursi James Snell bisa disetel dudukan dan sandarannya. Bila sandaran dimundurkan, maka tempat kaki dengan sendirinya jadi terangkat.
Kursi gigi James Snell (1832)
1848
Josiah Flagg menggagas dan memodifikasi kursi gigi pertama, James Snell membuat kursi gigi pertama, dan Milton Waldo Hanchett membuat kursi gigi modern pertama. Kursi gigi era selanjutnya mengembangkan gagasan Waldo.
Kursi gigi Waldo Hanchett
1855
Pada tahun 1855, Perkins menambahkan "sendi" pada kursi gigi sehingga bisa digerakkan ke beberapa arah.
Kursi gigi Perkins (1855)
1859
Kursi gigi Asks (1859)
1860
Kursi gigi semakin ditingkatkan nilainya dengan menambahkan kemampuan digerakkan vertikal. Kursi gigi ciptaan Whitcomb adalah kursi gigi pertama dengan ketinggian pasien bisa dinaikkan dan diturunkan.
Kursi gigi Whitcomb (1860)
1868
Pada tahun 1868, muncul kursi gigi pertama yang bisa dimiringkan. Kursi ini diciptakan oleh James Beall Morrison.
Kursi gigi James Beall Morrison (1868)
1872
Kursi Morrison bisa ditinggikan sampai 2/3 meter, sehingga memungkinkan dokter untuk memilih apakah akan merawat pasien dengan duduk atau dengan berdiri. Kursi yang bisa disetel ketinggiannya juga membuat dokter dapat menyetel posisi pasien sesuai dengan ketinggian tubuh masing-masing dokter.
Kursi gigi J. B. Morrison (1872)
1877
Wilkerson membuat kursi gigi yang menggunakan pompa hidrolik. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk menggerakkan pasien dengan menekan pengungkit menggunakan kaki yang lebih kuat daripada tangan.
Kursi gigi Wilkerson (1877)
1885
Kursi gigi Archer's Swan (1885)
1890
Kursi gigi ini dikenal dengan nama kursi gigi Jerman. Mungkin karena macem kursi ini dipopulerkan dari Jerman.