author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Kontraindikasi implan gigi umumnya relatif dan hanya sedikit saja yang mutlak. Berikut ini kontraindikasi yang telah diketahui:
Kontraindikasi Umum Absolut
Usia terlalu muda di bawah 16 tahun.
Bisfosfonat. Penggunaan bisfosfonat (obat anti-resorpsi) dipertimbangkan sebagai kontraindikasi implan gigi yang mutlak. Sebabnya, obat ini punya kemungkinan untuk mengakibatkan osteonekrosis pada rahang. Penyakitnya disebut ARONJ, singkatan dari Anti-Resorptive-agent-induced OsteoNecrosis of the Jaw (Nekrosis Tulang Rahang Yang Diinduksi Agen Anti-Resorpsi). Penyakit ini berkembang pada pasien rentan.
Gangguan endokrin.
Gangguan hematopoiesis.
Penyakit darah yang parah. Penyakit darah, seperti Hemofilia, membuat darah yang keluar dari luka sulit membeku. Pasien penderita penyakit ini bisa mengalami perdarahan hebat bila dipaksakan menjalani operasi.
Pemeriksaan Darah Untuk Kontraindikasi Implan Gigi
Tes hematologi
WBC (jumlah sel darah putih): 3.000 ~ 8.000 /μl
RBC (jumlah sel darah merah): 3.700.000 ~ 5.400.000 /μl
Sedang menjalani terapi penyakit kardiovaskuler persisten.
CVA, infarksi serebral dan apopleksi serebral Pasien penderita penyakit ini minum obat antikoagulan. Bila ia menjalani operasi, maka akan terjadi perdarahan karena darahnya sulit membeku. Ada obat yang jadi kontraindikasi implant gigi
Bedah prostesis valvular dilakukan belum lama
Gangguan pada sistem kekebalan tubuh, misalnya, terkena HIV/ AIDS
Obat-obatan imunosupresi. Pasien implant dengan terapi imunosupresi lebih rentan terhadap infeksi. Sistem imun berguna untuk melawan kuman penyebab terjadinya infeksi. Bila sistem imun ditekan, maka risiko terjadi infeksi meningkat.
Imunodefisien parah. Kondisi tersebut jadi kontraindikasi implan gigi karena defisiensi kekebalan tubuh membuat tubuh jadi rentan terhadap infeksi.
Sedang menjalani kemoterapi berat.
Gangguan atau penyakit psikiatri yang menghambat pasien mengerti dan mengikuti prosedur perawatan.
Cacat mental.
Patologi atau keganasan intraoral yang tidak dirawat.
Kontraindikasi Umum Relatif
Pasien sedang hamil.
Rheumatoid
Fokal infeksi yang menyeluruh
Penyakit akut apapun
Stress fisik
Ketergantungan NAPZA.
Kontraindikasi Lokal Absolut
Penyakit di daerah rahang
Penyakit periodontal yang tidak dirawat.
Sedang menjalani radioterapi pada tulang rahang.
Myoartopati
Kebiasaan buruk seperti kerot (bruxism) dan menggeretakkan gigi (clenching)
Tidak mampu melakukan kontrol plak. Ketidakmampuan melakukan kontrol plak dalam mulutnya sendiri bisa dikarnakan penurunan ketangkasan fisik atau penurunan kapasitas mental.
Kondisi anatomi dan topografi yang tidak menguntungkan perawatan implan.
Kurang motivasi. Perawatan kesarasan perlu cukup motivasi agar sukses melewati bagian-bagian yang menantang. Kekurangan motivasi meningkatkan peluang kegagalan. Karena itu tepat sekali bila kekurangan motivasi jadi kontraindiksi implant gigi.
Merokok Merokok dipertimbangkan sebagai kontraindikasi implan gigi yang bersifat relatif bagi perawatan implan. Zat-zat dalam rokok meningkatkan risiko terjadinya infeksi peri-implan, penyembuhan luka bekas operasi lebih lambat, dan mempercepat penciutan tulang. Bukti dalam penelitian ilmiah menunjukkan bahwa prosedur bone graft bisa membuat pasien menanggung risiko lebih tinggi. Merokok juga meningkatkan risiko komplikasi, apalagi bila terjadi bersamaan dengan faktor risiko lain seperti diabetes yang kurang terkontrol, imunosupresi, penyakit periodontal yang kurang dirawat, dsb. Karena itu, pasien sangat disarankan untuk puasa merokok selama menjalani perawatan ini. Lebih baik lagi bila berhenti untuk seterusnya karena implant akan lebih cepat lepas bila berulang-ulang terkena asap rokok.
Harapan terlalu berlebihan sampai tidak realistis.
Alergi atau hipersensitivitas pada bahan komponen implan. Misal, alergi logam, alergi titanium, dsb. Kontraindikasi implant gigi yang satu ini penting sekali untuk diperhatikan karena umumnya implant dibuat dari bahan titanium.
Kontraindikasi Lokal Relatif
Defisit tulang temporer
Defisit tulang rahang
Topografi tidak memungkinkan
Kriteria Penundaan Pasang Implan Gigi
WBC (jumlah sel darah putih)*: < 1.000 X 103 /μl
Neutrofil: < 500 /μl
PLT (jumlah platelet darah): < 50 X 103 /μl
Hb
Laki-laki: < 10 mg/ dl
Perempuan: < 8 mg/ dl
PT-INR: < 1,5
APTT: delay > 30%
FDP: High outlier
Fungsi hepatorenal: High outlier
Pemeriksaan sebelum pemasangan implant perlu rinci guna memastikan pasien implan betul-betul tidak punya kontraindikasi tersebut. Sehingga, pasien penerima perawatan ini memang tepat sasaran.