Open hour: senin - sabtu 09:00:00 - 20:00:00; minggu & tanggal merah tutup

Probiotik

author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID

Produk probiotik biasanya dikaitkan dengan kesarasan pencernaan. Tapi, belum lama ini peneliti Anna Haukioja (2010) menemukan bahwa probiotik juga berguna untuk kesarasan mulut dan gigi. Penelitian tersebut menggunakan bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium. Probiotik disarankan meningkatkan keawetan prostesis dengan menghambat adesi mikroba yang merugikan.

Probiotik bisa didefinisikan sebagai mikroba hidup atau bumbu makanan yang mengandung mikroba hidup yang menguntungkan kesarasan inang bila digunakan dengan ukuran yang tepat. Efikasi dan keamanan probiotik telah dibuktikan secara ilmiah. Efek probiotik bergantung pada strain bakteri yang digunakan. 

Efek Probiotik Pada Kesarasan Oral

  1. Karies dan mikroba yang terkait karies
    Beberapa penelitian menyarankan bahwa konsumsi produk-produk yang mengandung laktobasili atau bifidobakteri bisa mengurangi jumlah Stretococci mutans dalam air liur.
    Dalam banyak penelitian, kadar laktobasili saliva juga diukur. Peningkatan Laktobasilus saliva teramati dengan produk probiotik.
  2. Periodontal diseases
    Peneliti menggunakan probiotik untuk meningkatkan kesarasan mulut untuk perawatan inflamasi periodontal. Hasilnya, hampir semua pasien mengalami pemulihan yang signifikan. Strain probiotik yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah L. reuteri, L. brevis (CD2), L. casei Shirota, L. salivarius WB21, dan Bacillus subtilis. L. reuteri dan L. Brevis telah memperbaiki kesarasan gusi sebagaimana yang diukur dengan penurunan pendarahan gusi. Penggunaan permen karet yang mengandung L. reuteri ATCC 55730 dan ATCC PTA 5289 terbutki menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi. Penggunaan tablet yang mengandung L. salivarius WB21 terbukti menurunkan kedalaman kantung gingival.
  3. Infeksi oral candida
    Penelitian pada kelompok lansia yang mengkonsumsi keju yang mengandung L. rhamnosus strain GG dan LC705 serta Propionibacterium freudenreichii ssp. shermanii JS selama 16 minggu menunjukkan penurunan jumlah ragi oral dalam mulut mereka.
  4. Halitosis
    Probiotik dapat digunakan untuk halitosis yang terkait dengan mulut dan saluran pencernaan. Penelitian yang menunjukkan efikasi perawatan ini memang masih sedikit, tapi ada. Strain yang telah diteliti meliputi E. coli Nisle 1917, S. salivarius K12, tiga isolat Weissella confusa, dan bauran bakteri yang membentuk asam laktat.

Referensi

Anna Haukioja. Probiotics and Oral Health. Eur J Dent. 2010 Jul; 4(3): 348–355.

 


id post:
New thoughts
Me:
search
glossary
en in