author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Tambalan gigi emas menarik lebih sedikit pasien karena harganya yang mahal, pengerjaannya lama, dan warnanya tidak mirip dengan warna gigi. Walau begitu, selama berabad-abad, tambalan emas masih punya pangsa pasar tersendiri di jagat kedokteran gigi karena punya kelebihan, antara lain, tidak beracun, tidak reaktif dengan banyak bahan yang masuk ke mulut, dan bahkan ada yang menganggapnya sebagai investasi atau tabungan. Tambalan gigi emas pertama kali adalah penemuan oleh dokter gigi Giovanni d’Arcoli, seorang professor Universitas Bologna, Italia, pada tahun 1433 dan terus digunakan selama berabad-abad hingga kala ini.
Tambalan gigi emas
Kandungan tambalan gigi emas
Tambalan gigi emas mengandung kadar emas sekitar 60%. Kenapa tidak emas murnia? Karena emas murni terlalu lunak. Agar keras, emas dicampur dengan platinum, palladium, atau platina.
Pemuaian tambalan gigi amalgam
Suhu dalam mulut manusia berubah-ubah. Makanan dingin menyebabkan suhu turun dan makanan panas menyebabkan suhu naik. Logam emas punya watak memuai oleh panas dan menyusut oleh dingin. Namun, karena tambalan emas tidak terlalu keras, risiko kerusakan email karena pemuaian dan penyusutan emas tidak tinggi.
Kelebihan tambalan gigi emas**
Sangat awet
Relatif lunak sehingga tidak merusak gigi yang berlawanan
Kurang berisiko menimbulkan retakan email karena lunak
Tidak meracuni tubuh
Tidak bereaksi dengan makanan dan minuman yang masuk ke mulut.
Tipis tapi kuat
Bisa untuk perawatan gigi rusak maupun gigi saras
Proses penyemenan kurang sensitif bagi kebanyakan pasien
Kelemahan tambalan gigi emas
Konduktor yang baik sehingga gigi jadi lebih sensitif terhadap makanan yang panas atau dingin.