author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Analisis RFA (Resonance Frequency Analysis) termasuk dalam analisis yang cukup sering digunakan. Alat untuk analisis ini juga relatif terjangkau dan mudah diperoleh. Analisis RFA menggunakan frekwensi resonansi untuk mendeteksi apakah implan stabil atau tidak.
Mekanisme analisis RFA
Detektor resonansi ditempatkan pada ujung implant untuk membaca frekwensi resonansi. Sumber getaran diletakkan dekat dengan implan, lalu digetarkan. Implan yang terbuat dari logam akan turut bergetar (beresonansi). Getaran pada implant itu lantas ditangkap oleh sensor getaran yang telah dipasang lebih dulu pada bagian ujung implan. Frekwensi getaran dipengaruhi oleh stabilitas implan. Semakin tinggi frekwensi, semakin tinggi pula stabilitas implan, dan semakin rendah frekwensi, semakin rendah pula stabilitas implan.
Resonansi digunakan untuk mengevaluasi stabilitas implan.
Satuan Frekwensi
Satuan frekwensi biasanya menggunakan Hertz (Hz). Berbeda dengan kebiasaan ini, satuan frekwensi dalam analisis RFA adalah ISQ, singkatan dari Implant Stability Quotient. Skala ISQ membentang dari 1 hingga 100. Skala ini berkaitan dengan frekwensi yang nyaris linier.
Kenapa pakai ISQ? Kenapa bukan Hertz saja?
Alasan menggunakan ISQ alih-alih Hz adalah karena ISQ lebih gampang dan lebih sederhana untuk dikomunikasikan. Skala ISQ ini ditetapkan pada tahun 2003. Penelitian-penelitian seputar tahun tersebut mencari relasi antara ISQ dan Hz hingga diperoleh perbandingan Hz dan ISQ, yaitu:
1 KHz = 1 ISQ
10 KHz = 100 ISQ
Penelitian purwa berkenaan dengan ISQ juga telah menempatkan skala ISQ dalam konteks klinis yang berkaitan dengan perawatan dan protokol pembebanan.
Nilai RFA yang sangat rendah pada bulan kedua setelah pemasangan implant menunjukkan risiko kegagalan implan. Nilai ISQ sebesar 57–82 pada tahun pertama implant menunjukkan implant sukses. Nilai ISQ implant dengan permukaan kasar lebih tinggi daripada yang permukaannya halus.
Mobilitas mikro implan
Mobilitas mikro implant ditentukan oleh beberapa faktor, seperti:
kepadatan tulang
derajat oseointegrasi
persiapan lokasi implan
desain implan
Korelasi antara mobilitas mikro (μm/N) dan ISQ adalah non-linear. Mobilitas mikro berkurang sekitar 50% ketika ISQ meningkat dari 60 ke 70.
Kelebihan RFA
Dapat dipakai untuk menentukan efek pembebanan segera atau pembebanan dini.
Bisa dipakai untuk menilai perubahan-perubahan stabilitas terhadap waktu.
Bisa dipakai kapan saja sehingga potensi kegagalan implant bisa dideteksi sedini mungkin.
Bisa mengidentifikasi implant yang tidak stabil.
Teknik tidak invasif sehingga bisa digunakn berulang-ulang untuk pengukuran stabilitas implan selama operasi dan setelah operasi.
Kekurangan RFA
Kurang sensitif terhadap kualitas tulang di sekitar implant (Östman et al., 2006).
Jl. Pos Pengumben No. 40cJakarta Barat, Jakarta11560Indonesia Jl. Palmerah Barat No. 108 Jakarta Barat, Jakarta11480 Indonesia
Referensi
P. O. Östman, M. Hellman, I. Wendelhag, and L. Sennerby, “Resonance frequency analysis measurements of implants at placement surgery,” The International Journal of Prosthodontics, vol. 19, no. 1, pp. 77–83, 2006