author: | publisher: drg. Andreas Tjandra, Sp. Perio, FISID
Teknologi-teknologibarudan bahan-bahanbarumuncul berdasarkankonsep respon sel tubuh manusia bergantung pada bahan implant yang ditanam dalam tubuh yang dibahas pada bagian sebelumnya.Biomateribarudikembangkandengantujuanmenyajikanbiokompatibilitasuntukpenerapan tertentu.Namun, pada prakteknya,materi dari luaryang dimasukkanke dalamtubuhmanusiakadang-kadangtidakmenginduksiresponyang diinginkan. Kenyataan kadang tidak seindah teori.
Dalambeberapakasus,reaksifisiologis yang muncul malah merugikan.Mengertidan mengontrolpropertimaterial secaralebih baikbisameniadakanataumeminimalkanreaksikritisdanmemungkinkankemajuanteknologibiomaterials.Salah satu responkritis terhadap materi dari luar tubuhberhubunganlangsungdenganinteraksiantarabahanpermukaandanadsorpsiprotein.
Dalamcairantubuhadaionterlarutsertalipid,karbohidratdanproteinyangbisa diadsorpsipadapermukaanbiomaterial.Biomateridipilihuntukmemperolehrespontertentu yang diperlukanuntukaplikasitertentu.Dalamprosesini,proteinmemainkanperanpentinguntukmenginduksiresponyangdiinginkan.
Responfisiologisterjadi setelahreaksipermulaanproteindenganbendaasing. Hal itu kemudian diikuti denganurutankejadian yang mengarahpadapenerimaanataupenolakanterhadap materi tersebut. Responinimelibatkanperekrutanbeberapajenisselyangadapadaantarmukamateridanaktivitasseperti pemodelan ulang matrix ekstraseluler.
Dalam kasus implant gigi, perekrutan sel yang memicu mekanisme enkapsulasi implant bukanlah prakara yang diinginkan. Ketepatan persiapan permukaan implan, kondisi pembebanan yang memadai, dan kontrol gerakan mikro sangat penting dan menentukan agar bisa menghindari pembentukan jaringan fibrosa pada antarmuka tulang-implan. Penggunaan titanium murni komersial tidak menjamin terjadinya oseointegrasi.
Propertipermukaan implansangatpentinguntukmengendalikanreaksiyangmengarah kepeningkatankinerjadanosteointegrasiimplan.Di antarapropertipermukaanimplanyangmemengaruhidaya tarik,tolakan,adsorpsidanabsorpsiproteindan sel-sel serta memengaruhiosteointegrasiadalahkekasaran,keterbasahan,muatanlistrik,komposisikimia, energipermukaan,sisatekanan,danmorfologi.
Keterbasahan cairan didefinisikan sebagai sudut kontak antara tetesan-tetesan cairan dalam ekuilibrium termal pada permukaan horisontal. Bergantung pada tipe permukaan dan macem cairannya, tetesan cairan itu bisa bermacam-macam bentuknya seperti yang ditunjukkan dalam grafik daya pembasahan permukaan materiil.
Daya pembasahan permukaan materiil
Sudut keterbasahan θ diberikan oleh sudut antara antarmuka tetesan cairan dan permukaan horisontal. Cairan terlihat basah ketika 90 < θ < 180 derajat dan tidak basah ketika 0 < θ < 90 derajat. Sudut θ = 180 derajat berkaitan dengan keterbasahan sempurna dan tetesan cairan menyebar sehingga membentuk lapisan pada permukaan. Gambar implant di bawah menunjukkan permukaan implan gigi hidrofilik.