Introduction
The loss of teeth is a widespread problem that can lead to severe consequences, both functionally and aesthetically. While the immediate effects are typically associated with impaired chewing, the long-term ramifications for oral health can be far more significant. One of the most critical issues is bone loss in the jaw, a condition that develops as a result of missing teeth. This pr...
Abstract
Zygomatic implants represent a promising solution for patients with severe maxillary bone resorption, particularly those who are not candidates for traditional dental implants. Unlike conventional implants, which are anchored in the alveolar bone, zygomatic implants are inserted into the zygomatic bone (cheekbone), providing an alternative for tooth replacement in cases of severe bone lo...
Abstract
Subperiosteal implants have played a significant role in the field of dental implantology, particularly for patients with insufficient bone mass to support traditional endosteal implants. These implants, placed beneath the gum line but above the jawbone, offer an alternative for patients who are not candidates for endosteal implants due to severe bone loss. Although once a common solutio...
Gambar 2. Citra radiografi memperlihatkan penyusutan tulang yang cukup besar di sekitar imlant.
Wedharan
Laporan ini menunjukkan bahwa implan pendek dapat mencapai weton klinis dan radiografis yang optimal pada tindak lanjut 1 tahun ketika digunakan untuk restorasi tunggal atau ketika terhubung dengan implant lain guna mengganti lebih dari satu gigi. Tidak ada perbedaan weton antara restorasi rahang bawah dan restorasi rahang atas meskipun volume tulang dengan kuantitas yang lebih tinggi di...
Dalam laporan sementara ini, data 1 tahun mengenai resorpsi tulang dinilai. Tingkat kelangsungan hidup implant dan tingkat sukses dievaluasi dengan membandingkan implant rahang atas dan rahang bawah, implant belat dan implant tunggal, dan implant dengan panjang yang berbeda. Tes Student t digunakan untuk membandingkan resorpsi tulang antara implant rahang bawah dan implant rahang atas serta antara...
Evaluasi klinis dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk 2 tahun pertama. Selanjutnya, evaluasi klinis dilakukan setahun sekali. Tingkat kelangsungan hidup implant dan tingkat sukses dievaluasi dan direkam. Komplikasi bedah, prostetik, dan klinis direkam. Kesuksesan prostetik dievaluasi sebagai berikut: prostesis berfungsi, tidak bergerak, dan tidak nyeri, bahkan bila satu implant atau lebih akan lep...
Profilaksis antibiotik dengan amoksisilin 2 g diberikan kepada semua pasien 1 jam sebelum operasi pada semua pasien. Semua implant ditempatkan di tempat yang disembuhkan dan soket tulang disiapkan menggunakan teknik atraumatik standar dengan urutan pengeboran bersesuaian dengan peningkatan diameter pada panjang yang telah ditentukan. Situs implant selalu disiapkan kurang dari seharusnya, dengan ...
Penelitian kohort tunggal prospektif ini dirancang dan dilakukan mengikuti prinsip-prinsip the World Medical Association Helsinki Declaration 1975 untuk riset biomedis yang melibatkan subyek manusia, seperti yang direvisi pada tahun 2000. Persetujuan etika untuk penelitian ini telah diperoleh dari Parepatan Peninjau IRCCS Istituto Ortopedico Galeazzi. Semua pasien diberi informasi tentang tuj...
Pendahuluan
Rehabilitasi implant di derah posterior rahang atas dan rahang bawah bisa jadi rehabilitasi yang rumit dalam kasus susut volume tulang dampak resorpsi tulang setelah cabut gigi atau kondisi anatomi tertentu. Faktanya, susut tinggi tulang dapat mencegah pemasangan implant panjang (> 10 mm) karena risiko melibatkan struktur anatomi, seperti sinus maksilaris atau...
Short Implants in Maxillary and Mandibular Rehabilitations: Interim Results (6 to 42 Months) of a Prospective Study
J Oral Implantol (2015) 41 (1): 50–55.
https://doi.org/10.1563/AAID-JOI-D-12-00206
Penelitian kohort tunggal ini bertujuan untuk mengevaluasi kelangsungan hidup klinis dan keberhasilan rehabilitasi parsial yang didukung oleh implant yang p...